Monday, February 20, 2012

Membuat Kostum Fashion Show atau Karnaval Berbahan Dasar Limbah

Ekstrakurikuler PA (Pecinta Alam) identik dengan penjelajahan, kemping, panjat tebing, survival, dll. Namun kali ini, kegiatan ekstrakurikuler PA di SMP Darush Sholihin menawarkan kegiatan yang berbeda, kegiatan yang menunjukkan kesungguhan dalam mencintai alam. Setelah beberapa waktu lalu mengadakan kegiatan susur sungai untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan sungai dan identifikasi kerusakan hutan, kali ini pembina ekskul PA bekerja sama dengan pengajar PLH Kelas 7 dan 8 untuk melakukan pengelolaan sampah sesuai dengan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle), terutama Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang) untuk membuat kostum fashion show/karnaval berbahan dasar limbah.

Kegiatan ini berkaitan dengan kegiatan GEMA (Gebyar Maulid) SMP Darush Sholihin yang dilaksanakan pada 18-19 Februari 2012 kemarin. Grup PA dan siswa-siswi SMP Darush Sholihin kelas 7 dan 8 bekerja sama dengan sangat baik dalam membuat Kostum Fashion Show atau Karnaval berbahan dasar limbah.
Bahan pembuatan kostum, antara lain:
- Kaos dan rok panjang yang didapatkan di toko pakaian bekas (di Batu dikenal dengan istilah "Dalbo" :-D)
- Plastik bekas kemasan makanan ringan/snack, deterjen, permen, dll.
- Botol/gelas plastik bekas kemasan minuman
- Tas kresek bekas
- Kerudung bekas
- Sumbu kompor
- Lem
- Cat
- Peralatan berupa selotip, gunting, strapler, dll

Berikut adalah pernak-pernik hiasan untuk kostum yang dibuat oleh anggota PA dan siswa-siswi kelas 7-8 SMP Darush Sholihin

Topi/Mahkota berbahan dasar Tas Kresek bekas

Bunga/daun dari botol plastik



Bunga dari bekas kemasan permen


Bunga dari gelas plastik

 
 
 

 Asesoris lain dari bekas kemasan snack, deterjen, dll.
Untuk asesoris ini diperlukan kardus atau koran bekas sebagai dasaran, dan kemudian balut dengan kemasan bekas sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bisa dibuat memanjang, berpilin, atau dibentuk daun yang nantinya bisa digunakan sebagai asesoris kostum atau topi/mahkota. Berikut ini salah satu contohnya:

Lalu, langkah terakhir, tinggal tempel-tempel atau rangkaikan aneka bunga dan asesoris ditambah dengan pemanis dari potongan kerudung bekas dan untaian sumbu kompor hingga membentuk kostum fashion show/karnaval sesuai dengan keinginan.

Berikut adalah kostum fashion show/karnaval yang dibuat oleh anggota PA dan siswa-siswi kelas 7 & 8 SMP Darush Sholihin dengan bimbingan dari pembina PA dan pengajar PLH SMP Darush Sholihin


And then....let's go....!!





1 comment:

  1. Menjadikan limbah sebagai karya tangan yang cantik, memang salah satu solusi untuk mengurangi limbah. Selain itu, karya tangan seperti ini juga dpt di perjual-belikan. Sedikit kritikan dari saya, sebaiknya dibuatkan tutorial membuatnya berupa video agar pemanfaatan limbah bisa dilakukan siapa saja.....thanks atas informasinya. :D

    ReplyDelete